Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng Universitas Padjadjaran dan empat perguruan tinggi negeri lain untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mendukung transformasi digital Revolusi Industri 4.0. Tahun ini, 1.000 orang akan dilatih intensif melalui program pendidikan nongelar yang dinamai ‘Digital Talent Scholarship’.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan, beasiswa ini dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemenkominfo bekerja sama dengan lima perguruan tinggi negeri sebagai tuan rumah dan penyedia tenaga pengajar. Lima perguruan tinggi itu akan memberi pelatihan dengan tema yang berbeda.

Unpad memberi pelatihan bisnis digital, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia memberi pelatihan tentang cybersecurity dan cloud computing. Sementara dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh November akan memberi pelatihan tentang Big Data dan Artificial Intelligence.

“Program ini juga didukung oleh Microsoft Indonesia selaku penerbit sertifikat keahlian sesuai dengan tema pelatihan masing-masing,” tutur Rudiantara pada orasi ilmiah yang disampaikan pada Dies Natalis ke-61 Unpad di Graha Sanusi, Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur Bandung, Selasa 18 September 2018.

Ia menjelaskan, program ini diharapkan akan memiliki ketrampilan untuk menjadi teknisi yang dibutuhkan perusahaan teknologi. Tahun ini 1.000 orang yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan yang dirancang selama dua bulan ini. Namun Rudiantara mengatakan, tahun depan pemerintah menyiapkan pendanaan untuk 20.000 orang.

Program ini bisa diikuti oleh lulusan SMK, D3, dan S1 dengan usia tidak lebih dari 29 tahun. Sementara dari kalangan industri maupun ASN yang ingin ikut harus berusia tidak lebih dari 33 tahun.
Rudiantara menjelaskan, pendanaan program ini dikerjasamakan antara pemerintah dengan perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Cisco, dan Google. Selain mereka juga menyiapkan silabus dan kurikulum. Sementara perguruan tinggi menyediakan ruang belajar dan tenaga pengajar.

“Semua beasiswa, tidak ada yang bayar. Bahkan nanti diberi (uang) transport,” kata Rudiantara diwawancara setelah acara.

Ia menjelaskan, upaya menyiapkan SDM ini penting untuk mengantisipasi bonus demograsi. Satu dekade lagi, Indonesia akan memiliki generasi “digital native” yang jumlahnya dua kali lipat jumlah warga usia nonproduktif. Pada kisaran 2028-2031 angka ketergantungan mencapai 44 persen, atau 100 orang produktif akan menanggung 44 orang usia nonproduktif.

Ini juga untuk mengantisipasi kekhawatiran rontoknya lapangan kerja akibat digitalisasi. Di sisi lain, Rudiantara meyakini, perusahaan rintisan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Pada ruang digital, kita mempunyai kesempatan yang sama untuk bersaing dengan negara-negara lain di dunia, negara maju sekalipun,” kata Rudiantara.

Ekonomi digital di Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai 130 miliar dolar AS atau Rp 1.831 triliun. Jika angka itu tercapai, maka ekonomi digital ini berkontribusi 11 persen terhadao PDB Indonesia.

Literasi digital
Sementara itu Rektor Unpad Trihanggono Achmad mengatakan, selain program beasiswa ini Unpad telah membuka Prodi Bisnis Digital reguler yang kini diikuti 40 mahasiswa. “Ini sebagai respons atas tantangan Pak Presiden Jokowi saat hadir tahun lalu,” ujarnya.

Menurut dia, langkah ini merupakan upaya akselerasi agar lompatan ekonomi digital bisa benar-benar terjadi. Lewat program Digital Talent Scholarship ini, Unpad nantinya akan memberi pelatihan kepada 200 orang.

Selain itu, literasi digital terus dilakukan di semua prodi yang ada di Unpad. Termasuk kelas-kelas Unpad yang digelar di daerah. “Profesor datang ke daerah juga dengan membawa prinsip digital itu,” katanya.

Inisiatif pemerintah ini, kata dia bisa dimodifikasi pada perjalanannya kelak. Salah satunya lewat model pembelajaran jarak jauh. Sebab salah satu kendala yang dihadapi program ini ialah ketersediaan ruang yang memadai.

Kendala ini direspons oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hadir pada peringatan Dies Natalis ke-61 Unpad ini. Ia mengatakan, bersedia membantu menyediakan ruang-ruang yang bisa digunakan untuk program pelatihan ini.
Sumber : pikiran-rakyat.com